yang berbahan dasar bambu. Diteruskan dengan penyempurnaan bentuk, yaitu pembuatan lubang untuk membentuk leher dan mulut kuda lumping.
Proses selanjutnya adalah pemberian bingkai atau wengku,dan penutusan yaiti mengahit bingkai dengan anyaman supaya bersatu dengan kokoh.
Selesailah proses penganyaman kuda lumping, proses selanjutnya adalah pengecatan, yang terdiri dari proses pengecatan dasar dan melukis kuda lumping agar lebih hidup. Gambar di bawah tampaklah anyaman yang sudah dilukis sedemikian rupa meniru kuda tunggangan pasukan kerajaan.

Dan sebagai langkah akhir adalah pemberian rambut dan ekor kuda yang menggunakan bahan ijuk, dan pemberian aksesoris lain seperti kain, manik-manik atau jali, dan kain merah putih yang dipasang pada http://pesonaperkasa.blogspot.co.id/2013/05/perajin-kuda-lumping.html kepala dari kuda lumping.
![]() |
| Add caption |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar